Aplikasi Yang Bisa Buat Boros Baterai Dan Mitos Lainnya

  • Whatsapp
Aplikasi Yang Bisa Buat Boros Baterai Dan Mitos Lainnya

Tabloidselular.com – Saat ini banyak pengguna yang menginstal berbagai aplikasi ke dalam smartphone mereka. Entah aplikasi itu sering dipakai atau hanya sebagai ‘hiasan’ saja, karena saking jarangnya dipakai. Nah, ternyata ada beberapa aplikasi yang ternyata bisa membuat baterai smartphone cepat habis alias boros. Salah satu aplikasi itu adalah WhatsApp.

Aplikasi pesan WhatsApp menduduki posisi empat teratas dalam daftar aplikasi yang paling cepat menghabiskan daya baterai menurut riset Uswitch. Selain WhatsApp, aplikasi Facebook dan Google juga tergolong bikin boros baterai HP.

Read More

Riset yang dilakukan Uswitch diawali dengan mengkurasi 50 aplikasi yang paling banyak di-download, baik di Google Play Store, Apple App Store, maupun Windows. Selanjutnya, mereka menggunakan metode untuk melihat seberapa banyak izin akses aplikasi yang membebankan konsumsi baterai pada perangkat.

Tapi yang benar-benar menguras baterai biasanya adalah aplikasi yang digunakan oleh ponsel Anda. Dan lebih khusus lagi, adalah izin yang diperlukan aplikasi ini untuk memberikan pengalaman terbaik. Ini bisa apa saja mulai dari mengakses kamera, kalender atau kontak Anda hingga menggunakan lokasi Anda atau Wi-Fi,” tulis Uswitch, dalam risetnya.

Hasil riset Uswitch menempatkan aplikasi Google di peringkat satu yang paling membuat baterai boros, dengan 72 izin akses. Selain Google, selanjutnya di posisi dua ada Facebook (50 izin akses), ketiga Messenger (46 izin akses), keempat WhatsApp (41 izin akses), dan kelima ada Amazon Alexa (39 izin akses). Menurut Uswitch, izin akses aplikasi memang tergolong wajar. Tidak ada yang aneh dengan izin yang sebanyak itu, apalagi untuk memaksimalkan kemampuan aplikasi.

Dan meskipun ini terdengar cukup menakutkan, sebagian besar aplikasi juga memerlukan izin agar dapat berfungsi dengan cukup baik. Dan sebagian besar, sangat masuk akal. Instagram perlu mengakses kamera agar Anda dapat memposting foto. Dan pengemudi Uber Anda akan kesulitan menemukan Anda tanpa bisa mengakses lokasi Anda,” terangnya.

Kami juga pernah membahas bahwa ada beberapa aplikasi yang berjalan di background dapat mengurangi daya baterai. Tapi, forceclose aplikasi-aplikasi di background itu ternyata bisa bikin baterai tambah boros, lho!

Salah Kaprah Close Aplikasi di Background Bisa Hemat Baterai HP

Banyak orang beranggapan, menutup paksa aplikasi yang berjalan di background atau istilah kerennya kills apps atau force close apps bisa menghemat baterai smartphone. Faktanya hal itu tidaklah benar.

Anggapan melakukan kill apps dapat menghemat baterai memang sudah beredar sejak lama di kalangan pengguna Android dan iOS. Namun, alih-alih bisa menghemat, membersihkan aplikasi di background secara paksa sejatinya bisa menghambat kinerja baterai.

Jadi, aplikasi yang terus berjalan di background akan memudahkan smartphone untuk memproses ketika kamu membuka aplikasi itu kembali. Proses membuka aplikasi yang telah berjalan di background itu akan lebih cepat. Ini tidak akan menguras baterai.

Sebaliknya, jika force close aplikasi di background akan memakan lebih banyak daya. Ketika kamu secara paksa menutup aplikasi dari background, smartphone akan melakukan proses yang menggunakan sebagian dari sumber daya baterai untuk menutup aplikasi dan membersihkannya dari RAM.

Selain itu, smartphone akan kembali bekerja keras ketika aplikasi itu dibuka lagi. Kinerja ponsel lebih terkuras karena proses membuka aplikasi harus dari awal lagi. Berarti ada dua proses yang akan mengurangi daya baterai smartphone. Kemudian, apakah aplikasi yang berada di latar belakang bisa bikin baterai boros?

Tidak semua aplikasi menggunakan daya baterai saat berjalan di background. Aplikasi yang bisa memakan daya baterai di background, hanya ketika terlibat dalam proses mengunggah file, pelacakan lokasi, atau memutar audio. Hal ini berlaku untuk perangkat Android dan iOS.

Ada beberapa cara mudah untuk menghemat baterai, seperti mematikan notifikasi aplikasi yang jarang dipakai atau kalau perlu menghapusnya saja. Selanjutnya, bisa matikan pengaturan getaran untuk panggilan masuk, dan aktifkan pengaturan kecerahan layar otomatis. Selain soal hemat baterai, ada pertanyaan lainnya. Apakah aplikasi di background bisa bikin boros kuota?

Jawabannya, bisa saja, namun tergantung aplikasi yang digunakan. Aplikasi yang memakan kuota, adalah aplikasi yang harus selalu terhubung ke internet. Beberapa aplikasi, bahkan bisa menggunakan kuota, ketika pengguna tidak membukanya, seperti aplikasi chatting.

Pengguna bisa menyiasatinya dengan membatasi pemakaian kuota harian dengan pengaturan di perangkat. Hal ini juga bisa membantu pengguna memperhatikan besar kuota yang telah dipakainya sehari-hari.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *