Berhati-Hatilah, Akun WhatsApp Bisa di Retas Dengan 4 Cara Ini

  • Whatsapp
WhatsApp

Tabloidselular.com – WhatsApp merupakan aplikasi pesan instan paling populer yang ada di Indonesia. Belakangan ini, aksi peretasan akun WhatsApp semakin ramai saja terdengar. Peretasan ini bisa membobol akun WhatsApp setelah mereka memiliki kode OTP untuk masuk ke sebuah akun tersebut. Kode OTP alias one time password, ialah password sekali pakai yang dikirimkan layanan internet lewat SMS atau telepon jika seseorang ingin masuk ke dalam sebuah akun.

Pakar keamanan siber yaitu Teguh Aprianto, yang merupakan pendiri komunitas Ethical Hacker Indonesia menjelaskan beberapa hal. Ia menyebut setidaknya ada empat cara yang umum dipakai hacker untuk bisa membobol akun WhatsApp. Berikut ini daftarnya :

Read More

Call forwarding

Call forwarding ialah fitur yang memang disediakan operator seluler untuk bisa melakukan pengalihan komunikasi telepon dari suatu nomor ponsel ke nomor ponsel lainnya. Yang mana hal itu memang disediakan untuk memudahkan pelanggan. Belakangan ini, fitur tersebut justru sering disalahgunakan untuk mengetahui OTP milik korban. Salah satu korban yang pernah kena hack melalui call forwarding yaitu musisi Indonesia, Maia Estianty.

Baca Juga : Apa Benar Whatsapp Sedang Coba Menghilangkan Status Online ?

Hacker juga sering berakting mengelabui korban untuk bisa mengaktifkan call forwarding yang hanya bisa diaktifkan dari ponsel korban. Yaitu, dengan cara menekanĀ  * * 21 *, lalu dilanjutkan dengan nomor tujuan yang mau dialihkan, kemudian pencet # Yes/OK.

SIM Swap

SIM swap merupakan metode peretasan dengan mengambil alih kartu SIM seluler korban. Caranya, yaitu bisa dengan mencuri ponsel, hingga membuat kartu SIM baru dengan berbagai upaya penipuan. Isu bahaya SIM swap booming di Indonesia setelah adanya kasus akun bank milik jurnalis senior Ilham Bintang berhasil dicuri oleh hacker, pada bulan Januari 2020.

Pelaku dapat mengakses sejumlah akun bank milik Ilham setelah mereka berhasil mendapatkan akses penuh terhadap kartu SIM Ilham. Karena kasus ini, Ilham pun mengaku dirinya rugi Rp 385 juta. Dalam kasus peretasan WhatsApp ini, hacker bisa dengan sangat mudah mendapatkan OTP dan masuk ke akun korban. Setelah itu hacker menguasai SIM card dengan nomor ponsel tertentu.

Spyware

Spyware yaitu alat mata-mata yang dipasang atau tidak sengaja disusupi pada sebuah perangkat untuk bisa merekam aktivitas perangkat. Spyware juga bisa memantau aktivitas SMS atau juga telepon. Download aplikasi atau file yang sembarangan akan bisa meningkatkan risiko terinstalnya spyware di perangkat. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi pengguna untuk memastikan keamanan dari file apapun yang kita download.

Meski sulit untuk disadari, keberadaan spyware di sebuah perangkat sebenarnya bisa diketahui lewat riwayat dari penggunaan internet harian. Apabila ada lonjakan penggunaan data internet yang cukup jauh dan sangat tidak wajar, maka itu ada indikasi spyware. Jika HP sudah disadap maka dalam rentang beberapa waktu, entah itu per jam atau pun per hari, pasti akan ada aktivitas pengiriman data perangkat korban ke server milik hacker.

Pegasus

Pegasus adalah sebuah peranti lunak yang telah dikembangkan oleh NSO Group Technologies, perusahaan mata-mata asal Israel. Software ini sudah umum dipakai oleh para agen intelijen. Pegasus ini bisa menargetkan aplikasi WhatsApp. Perusahaan WhatsApp sendiri telah menuduh NSO Group melakukan peretasan dari 1.400 akun WhatsApp milik pemerintah, jurnalis dan juga aktivitas HAM.

Pegasus pun tak hanya mampu membaca SMS, email dan juga pencarian web pengguna. Namun dia juga bisa melakukan panggilan telepon, pelacakan lokasi, membajak mikrofon serta mengaktifkan kamera ponsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *