Dua Pabrikan Smartphone Terbesar Di Dunia Ini Lakukan Dua Hal Yang Berbeda Terkait Virus Corona

Dua Pabrikan Smartphone Terbesar Di Dunia Ini Lakukan Dua Hal Yang Berbeda Terkait Virus Corona

Tabloidselular.com – Apple akhirnya kembali membuka operasional seluruh tokonya di China. Sebelumnya, selama lebih dari satu bulan Apple Store ditutup karena adanya kekhawatiran penyebaran dari virus corona. Semua toko Apple di China ini akan dibuka secara bergantian dan tidak serentak di jam operasional biasanya. Apple menentukan jadwal buka toko bervariasi, mulai dari pukul 10.00 hingga 11.00.

Virus Corona Masih Mewabah Namun Apple Sudah Buka Semua Toko di China

Sejak merebaknya wabah COVID-19 di China pada akhir Desember lalu, pemerintah setempat meminta warganya untuk menghindari tempat-tempat umum. Pembatasan itu sebagian besar diberlakukan sejak Februari hingga saat ini.

Hal itu juga berdampak pada penjualan Apple yang sangat minim di China. Perusahaan hanya berhasil menjual kurang dari setengah juta iPhone di China pada Februari lalu. Angka itu menunjukkan pengurangan hingga separuh permintaan perangkat Apple dari biasanya.

Berdasarkan data dari China Academy of Information and Communication Technology, Apple secara total hanya mampu menjual 6,34 juta unit perangkat di tengah wabah virus corona. Angka itu turun sebesar 54,7 persen dari 14 juta pada tahun lalu. China memang menjadi salah satu pangsa pasar terbesar bagi Apple. Oleh karena itu, perusahaan berani mengambil risiko meski wabah masih terus mengganas di berbagai negara.

Pabrik Apple, Foxconn, saja tak habis cara untuk merayu pegawainya untuk kembali bekerja pada saat pemerintah mengimbau untuk mengurangi perjalanan ke tempat umum. Mereka merayu dengan imbalan 3.000 yuan (sekitar Rp 5,9 juta) untuk buruhnya yang mau bersedia kembali bekerja.

Wabah COVID-19 juga mengganggu aktivitas Apple lainnya, misalnya, jadwal peluncuran iPhone murah yang kabarnya terpaksa ditunda dan akan mempengaruhi peluncuran ke depanya. Apple dilaporkan akan merilis iPhone SE 2 alias iPhone murah dan iPad Pro terbaru pada Maret 2020.

Cegah Virus Corona, Samsung Buka Layanan Bersih-bersih HP Galaxy

Ganasnya penyebaran virus corona di berbagai negara membuat banyak orang ingin selalu menjaga kebersihan tubuh dan benda di sekitarnya. Oleh karena itu, membersihkan smartphone dan perangkat gadget lain menjadi salah satu hal sangat penting untuk dilakukan.

Di sisi lain, membersihkan perangkat smartphone dan juga gadget tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada teknik tertentu agar tidak merusak perangkat. Samsung jelas memahami masalah itu makanya mereka membuka jasa bersih-bersih perangkat gadget milik para penggunanya.

Tidak hanya smartphone Galaxy, mereka juga memberikan jasa bersih-bersih earphone atau earbuds macam Galaxy Buds dan smartwatch seperti Galaxy Watch. Program tersebut bertujuan untuk membantu pengguna menghilangkan bakteri, kuman, dan virus dari gadget pengguna tanpa merusaknya.

Samsung menggunakan sinar UV-C untuk membersihkan ponsel. Perusahaan tidak menggunakan bahan pembersih kimia yang keras, seperti yang disarankan para pakar untuk membersihkan ponsel sendiri di rumah.

Diketahui, menggunakan bahan kimia yang keras untuk membersihkan ponsel dapat membuat layar tergores dan merusak lapisan oleophobic atau lapisan antiminyak di layar. Untuk itu, Samsung menjamin layanan bersih-bersih dari perusahaan tidak akan merusak perangkat. Layanan ini sudah tersedia di Samsung Service Centers dan juga Samsung Experience Store di berbagai negara dari mulai benua Amerika sampai benua Asia.

Samsung juga akan memperluas layanan tersebut ke Australia, Austria, Kanada, Ceko, Prancis, Yunani, Hong Kong, Hongaria, India, Indonesia, Israel, Italia, Yordania, Kazakhstan, Latvia, Meksiko, Belanda, Panama, Filipina, Rumania, Singapura, Taiwan, Thailand, Uni Emirat Arab dan Inggris.

Meskipun begitu Samsung juga mengakui bahwa layanannya hanya untuk membantu penggunanya mengurangi bahaya infeksi COVID-19 saja. Yang mungkin bisa ditularkan lewat smartphone dan gadget yang kotor. Ia juga menekankan, bahwa tidak ada yang bisa memastikan kalau penggunanya betul-betul terhindar dari penularan.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *