Jangan Beli Kabel Murahan Untuk Charge HP Kamu Kalau Mau Smartphone Awet

Jangan Beli Kabel Murahan Untuk Charge HP Kamu Kalau Mau Smartphone Awet

Tabloidselular.com – Aktivitas mengisi daya smartphone memang terlihat seperti urusan yang sangat remeh. Ketika baterai habis dan tak membawa charger biasanya pengguna akan mencari charger dengan port kabel yang sesuai dengan ponselnya untuk mengisi daya.

Namun yang kamu perlu perhatikan adalah dalam menggunakan charger dan juga kabel data yang perangkat gunakan saat charging. Mengisi daya bateraismartphone dengan charger dan kabel data nonresmi yang tak sesuai standar bisa jadi malapetaka.

Menurut pakar gadget, Lucky Sebastian, fenomena charger dan kabel data nonstandar muncul dari mahalnya harga kedua aksesori tersebut yang disediakan produsen smartphone. Charger dan kabel data tak resmi yang jauh lebih murah jadi jawaban pengguna, jika aksesori tersebut rusak atau hilang.

Meski begitu, ada potensi bahaya yang dibawa aksesori abal-abal. Lucky menjelaskan kalau charger dan kabel data nonresmi belum tentu bisa sesuai dengan standar yang dimiliki sebuah perangkat. “Biasanya yang dihilangkan pada charger abal-abal adalah proteksi keamanan dan QC besaran arus dan daya yang dihasilkan,” kata Lucky ketika dihubungi kumparan, Jumat (6/3).

Pada kabel biasanya serabut yang digunakan tipis. Padahal tanpa serabut kabel yang memadai, arus akan diubah menjadi panas. Seperti air yang mengalir tetapi pipanya itu kurang besar, sehingga meluber, sambungnya.

Penggunaan charger serta kabel data nonstandar bisa merusak kesehatan baterai Smartphone. Akibat terburuknya adalah smartphone yang kamu gunakan bisa saja meledak karena adanya hambatan panas saat mengisi daya.

Lucky juga menambahkan, potensi bahaya yang disebutkan tadi bukan berarti mengharuskan pengguna untuk selalu memakai charger original dan tidak boleh menggunakan charger pihak ketiga. Charger pihak ketiga bisa digunakan oleh pengguna, namun kamu harus memastikan jaminan kualitas dari aksesori tersebut. Alih-alih menyalahkan charger dan kabel non-ori, Lucky pun menyebut bahwa charger dan kabel non-standar lebih tepat disebut sebagai sumber masalah.

Sebagai contoh teknologi fast charging VOOC milik Oppo akan berbeda dengan standar Quick Charge dari chipset Qualcomm Snapdragon yang biasa digunakan Samsung. Menurut Lucky, agar pengisian daya smartphone bisa optimal, charger dan kabelnya jangan ditukarkan dengan aksesori lain, meski penggantinya itu punya ukuran arus, tegangan, dan daya yang sama.

Smartphone sekarang itu besar-besar ukuran kapasitas baterainya. Dan banyak sekali yang sudah memiliki teknologi fast charging. Sayangnya teknologi ini tidak semua brand menggunakan metode yang sama, katanya. Jadi secara prinsip kita sebaiknya harus mengerti teknologi charging apa yang digunakan oleh smartphone kita. Itu berguna kalau kita ingin optimal dalam pengisian, imbuhnya.

Lucky juga menambahkan kalau kebanyakan smartphone keluaran baru saat ini telah memiliki cip khusus yang mampu mengatur manajemen arus. Meskipun charger-nya berbeda namun tetap bisa berfungsi secara aman. Ha itu karena daya yang digunakan akan disesuaikan kedalam ukuran standar.

Jadi kamu memang perlu memeriksa terlebih dahulu standar dan juga kualitas charger serta kabel data yang smartphone kamu gunakan. Atau kalau tak mau repot, pastikan bahwa charger dan kabel data itu original dan sesuai peruntukan untuk perangkat yang dipakai.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *