Siapa Yang Sudah Lampaui Samsung Di Pasar Dunia Saat Ini

huawei

Tabloidselular.com – Counterpoint Research sudah merilis laporan terbarunya mengenai pasar smartphone global. Disebutkan, pada bulan April 2020, Huawei berhasil melampaui Samsung. Setelah diberlakukan larangan dagang oleh pemerintah Amerika Serikat, diperkirakan pengiriman smartphone Huawei di pasar global mengalami penurunan. Namun yang mengejutkan semua orang, Huawei telah berhasil mencapai suatu prestasi yang dianggap mustahil dengan larangan dagang tersebut.

Kejutan Huawei di Pasar Smartphone Global

Menurut Counterpoint Research, Huawei yang kita kenal sebagai pabrikan smartphone ternama di Cina berhasil melampaui Samsung di pasar global untuk pertama kalinya di bulan April 2020. Tentu saja, ini sebuah kejutan apalagi larangan dagang dari pemerintah Amerika Serikat masih berlaku hingga saat ini.

Keberhasilan Huawei dapat dikaitkan dengan rasa patriotik konsumen di Cina yang telah memberikan preferensi pada produk Huawei sejak larangan dagang tersebut diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat. Di Cina, Huawei telah melakukan banyak hal dalam beberapa kuartal terakhir sehingga produknya diterima dengan baik

Di sisi lain, penguncian alias lockdown pada bulan April, yang dipaksakan karena pandemi COVID-19, sangat mempengaruhi penjualan Samsung di sejumlah pasar seperti di India, Amerika Serikat, dan beberapa negara di wilayah Amerika Latin serta beberapa bagian Eropa.

Meski diterpa badai ‘perang dingin’ dengan Amerika Serikat dan kehilangan dukungan Google, Huawei justru berhasil melesat sebagai raja smartphone di dunia. Pada April lalu, Huawei berhasil menggeser Samsung di posisi puncak brand smartphone terlaris global.

Hal itu dilaporkan oleh lembaga Counterpoint Research. Berdasarkan risetnya, Wakil Presiden Counterpoint, Neil Shah, mengatakan bahwa Huawei berhasil menguasai 21,4 persen pangsa pasar smartphone global pada April.

Sementara itu, Samsung hanya berhasil menguasai 19,1 persen pangsa pasar, turun hingga 29 persen dari Maret. Perubahan ini juga disebabkan pandemi COVID-19 yang menimbulkan lockdown di banyak negara di Eropa dan membatasi penjualan smartphone.

Samsung kesulitan untuk mengapalkan perangkat mereka ke Eropa, salah satu pasar terbesar perusahaan. Counterpoint mengungkap bahwa pengapalan ponsel secara global pada April hanya 69,37 juta unit, angka tersebut turut 41 persen dari tahun sebelumnya.

Kesuksesan Huawei merebut takhta Samsung dianggap tak luput dari dukungan patriotis China. Sejak Huawei masuk daftar hitam perdagangan Amerika Serikat dan kehilangan lisensi Google, pemerintah dan warga China kompak untuk menunjukkan ketertarikan lebih mereka terhadap produk buatan negaranya sendiri, termasuk Huawei.

Saat pandemi corona berlangsung, Huawei berkembang pesat dan berhasil memperbaiki keterpurukan sejak Maret 2020. Namun, Huawei diprediksi tidak akan bertahan lama di singgasana tertinggi brand smartphone dunia. Beberapa faktor seperti larangan AS dan tidak ada dukungan Google Mobile Services (GMS) menjadi penyebabnya.

Selain itu, roda perekonomian berbagai negara juga mulai berjalan kembali dan tampaknya pengapalan smartphone Samsung juga akan pulih. Bisa jadi, Samsung akan kembali membalap Huawei dan merebut kembali takhta raja smartphone global.

“Keberhasilan jangka pendek Huawei ini diperkirakan tidak menjamin akan terus berlanjut di beberapa bulan mendatang. Hal ini dikarenakan kondisi perekonomian di seluruh dunia sudah mulai pulih. Konsekuensinya, pengiriman smartphone Samsung diperkirakan akan juga pulih.

You May Also Like

About the Author: admin

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *