News

Sejarah Xiaomi Masuk ke Indonesia Hingga Sekarang

195
×

Sejarah Xiaomi Masuk ke Indonesia Hingga Sekarang

Share this article
sejarah Xiaomi masuk ke Indonesia

Sebagai salah satu pemain besar di Industri gadget, sejarah Xiaomi masuk ke Indonesia tentu menarik untuk ditelusuri. Pasalnya, sebagai perusahaan teknologi yang belum terlalu lama berdiri, Xiaomi telah mampu mengamankan posisi di pasar Indonesia.

Xiaomi berasal dari Negara Tiongkok yang berdiri pada 6 April 2010 lalu. Menariknya, pada awal berdirinya, nama perusahaan ini adalah Dami. Dami sendiri berarti “padi yang besar”. Namun akhirnya berganti ke Xiaomi karena bermakna “sebutir beras kecil” yang menggambarkan perusahaan baru.

Awal berdirinya, Xiaomi terlebih dahulu mengenalkan firmware-nya yang bernama MIUI. Lalu setahun kemudian, pada bulan Agustus 2011, mereka akhirnya meluncurkan smartphone pertamanya, MI 1. Dengan popularitas di Tiongkok yang bagus, Xiaomi pun masuk ke global, termasuk Indonesia.

2014 Merupakan Awal Perjalanan Xiaomi di Indonesia

sejarah Xiaomi masuk ke Indonesia

Sejarah Xiaomi di Indonesia berawal sejak tahun 2014 lalu dengan produk andalan mereka, Redmi 1S. Harganya waktu itu berada pada kisaran Rp1,499 jutaan, sehingga cukup mencengangkan bagi para penggemar gadget.

Bukan tanpa alasan, sebab pada masa itu, smartphone lain dengan spesifikasi mirip Redmi 1S, harganya bisa hampir dua kali lipat lebih mahal.

Maka. sekali pun perusahaan Xiaomi Indonesia masih pemain baru kala itu, respon pasar ternyata cukup positif. Hal tersebut terbukti dari angka pemesanan di salah satu e-commerce yang mencapai 60.542. [1]

Baca Juga: HyperOS, Sistem Operasi Baru Pengganti MIUI di Xiaomi

Perkembangan Xiaomi di Indonesia

sejarah Xiaomi masuk ke Indonesia

Setelah respon positif di tahun 2014, Xiaomi terus mengeluarkan produk terbarunya beberapa kali dalam setahun.

Melihat prospek pasar Indonesia yang bagus, akhirnya Xiaomi mendirikan pabrik pertamanya di Batam pada 2017 lalu. Kehadiran pabrik itu juga membantu para pencari kerja, karena ribuan pekerja Indonesia berhasil direkrut di sana.

Dua tahun berselang, Xiaomi mengumumkan bahwa pabrik di Batam telah merakit hingga 10 juta unit smartphone berbagai seri.

Tahun 2020 lalu, bertepatan ulang tahun kesepuluh Xiaomi sejak dirintis atau enam tahun di Indonesia, Xiaomi pun menunjukkan ungkapan terima kasihnya.

Di mana saat itu tersedia voucher potongan harga senilai Rp200 ribu bagi Mi Fans Indonesia pengguna Redmi 4A, 5A, dan 5A untuk pembelian satu unit Redmi 9A.

Dengan total 50 ribu voucher, maka diperkirakan Xiaomi telah menggelontorkan uang hingga Rp10 miliar.

Di tahun yang sama, sudah lebih dari 35 Mi Fans Club di Indonesia sebagai sarana berbagi sesama pengguna Xiaomi. Lalu Mi Community juga memiliki anggota mencapai 1,8 juta orang.

Setelah itu, Xiaomi pun terus berupaya mengembangkan berbagai produknya di pasar Indonesia dan global. Sehingga tidak mengherankan prestasinya secara global pun terus naik.

Misalnya saja pada Agustus 2022 lalu, Xiaomi sukses masuk keempat kalinya sebagai salah satu dari Fortune Global 500, yaitu pada peringkat 266, naik 72 peringkat dibanding 2021 lalu.

Baca Juga: Pertama di Dunia, Xiaomi Civi 3 Usung Chipset Mediatek Dimensity 8200 Ultra

Kontribusi Xiaomi untuk Masyarakat

sejarah Xiaomi masuk ke Indonesia

Melihat banyaknya keuntungan yang diperoleh oleh Xiaomi berkat kecintaan masyarakat Indonesia, perusahaan ini pun berusaha memberikan balasan terbaik.

Selain membuka lapangan pekerjaan dan ikut mensejahterakan UMKM untuk produksi komponen smartphone-nya, Xiaomi juga mempunyai program CSR (Corporate Social Responsibility) aktif.

Beberapa contoh aksi nyatanya adalah dengan memberikan keterampilan digital pada anak-anak, donasi perangkat teknologi pada sekolah di berbagai daerah, dan ikut serta dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan.

Xiaomi juga telah menjalin kerja sama dengan institusi lokal dan pemerintah dalam membantu pengembangan startup lokal dan ekosistem digital Indonesia yang lebih baik.

Karena sejarah Xiaomi masuk Indonesia yang cukup mulus itu, maka tentu saja ada harapan agar perusahaan ini dapat memberikan kontribusi yang semakin besar di Indonesia. Dengan begitu, kedua belah pihak sama-sama diuntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *