News

5 Alasan Kenapa Harga Produk Apple Mahal

338
×

5 Alasan Kenapa Harga Produk Apple Mahal

Share this article
kenapa Apple mahal

Di balik layar glossy dan aluminium licin, terpendam satu pertanyaan yang menggema di benak banyak konsumen: Kenapa Apple mahal? Namun, jawabannya ternyata lebih rumit daripada sekadar desain ramping dan fitur inovatif yang selama ini menjadi identitas Apple.

5 Alasan Kenapa Produk Apple Mahal

kenapa produk Apple mahal

Mulai dari permintaan pasar yang tinggi hingga brand image yang prestisius, berikut sederet alasan yang melatarbelakangi banderol fantastis produk-produk Apple.

1. Demand Tinggi

Permintaan tinggi atas produk Apple tidak dapat dibantah lagi memegang peranan penting dalam kebijakan pricing premium tersebut. Raksasa asal Cupertino ini secara konsisten menerima demand gila-gilaan untuk gawai terbarunya. Jadi, terciptalah kondisi di mana kelangkaan justru memicu antusiasme.

Contoh kasus: peluncuran iPhone. Meskipun ada di mana-mana, setiap rilis iPhone menjadi saksi demam konsumen yang begitu dahsyat, di mana orang-orang bahkan rela berkemah di luar gerai atau melakukan pre-order berbulan-bulan sebelumnya.

Efek kelangkaan, yang diperparah dengan limited supply, mempertinggi nilai produk daripada seharusnya.

2. Biaya Tenaga Kerja Tinggi

Selain itu, lonjakan biaya tenaga kerja juga jadi alasan lainnya kenapa produk Apple selalu mahal.

Contohnya adalah pabrik Foxconn di Tiongkok, di mana 70% perangkat Apple diproduksi.[1] Meskipun terdapat kenaikan upah bagi para pekerja, Apple tetap mempertahankan standar produksi tinggi dengan berinvestasi dalam proses manufaktur canggih.

Namun, komitmen terhadap kondisi tenaga kerja yang layak secara otomatis membebani biaya produksi. Pada akhirnya, hal ini berakibat pada harga yang lebih tinggi pula.

Baca Juga: Sejarah Singkat Berdirinya Apple, Raksasa Teknologi Dunia

3. Tarif Komponen Impor Naik

Alasan ketiga kenapa harga Apple mahal adalah kenaikan tarif pada komponen impor. Misalnya, perang dagang AS-Tiongkok tahun 2018 adalah salah satu penyebabnya.[2]

Apple, yang sangat bergantung pada manufaktur Tiongkok, terkena imbas dari kenaikan tarif pada komponen-komponen penting seperti baterai dan charger. Untuk menanggulangi masalah ini, perusahaan global tersebut menyerap sejumlah biaya dan merelokasi produksi.

Namun, dampak keseluruhannya tidak dapat dihindari. Akibatnya, tarif tersebut tidak hanya menekan margin keuntungan Apple, tetapi juga mendesak adanya penyesuaian harga pada produk-produk tertentu.

4. Biaya Produksi Selangit

Kemudian, investasi besar Apple dalam bidang riset dan pengembangan (R&D) tak pelak lagi meningkatkan biaya produksi, yang secara langsung memengaruhi harga produk. Khususnya, pengembangan teknologi perintis seperti Face ID dan chip seri-A menimbulkan biaya signifikan.[3]

iPhone X, yang kondang dengan sistem pengenal wajahnya, merupakan puncak dari penelitian dan pengembangan selama bertahun-tahun. Terlepas dari fitur-fiturnya yang inovatif, harga iPhone X yang masih tergolong mahal—sekitar 15 jutaan[4]—mencerminkan investasi mendalam dalam hal kreasi inovatif.

5. Brand Value Premium

Terakhir, alasan kenapa Apple lebih mahal dari Android adalah karena logo buah apel tergigit itu sendiri identik dengan inovasi dan mutu tinggi. Image ini menumbuhkan kepercayaan konsumen, menimbulkan kesediaan untuk merogoh kocek lebih dalam demi kualitas Apple yang dianggap superior.

Selain itu, Apple memposisikan dirinya secara efektif sebagai brand mewah, dengan menekankan estetika dan desain yang berpusat pada pengguna. Kolaborasi Apple Watch dengan Hermès melambangkan strategi ini, di mana Apple mengubah perangkat fungsional menjadi fashion statement.[5]

Akhir kata, jelas sudah kenapa Apple mahal. Banderol Apple yang fantastis bukan hanya tentang apa yang Anda beli, tetapi juga tentang menjadi bagian dari budaya yang mengapresiasi teknologi mutakhir, desain, dan status yang melekat pada brand ikonik ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *